Close

Waduh! Satu Keluarga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 21 Apartemen

satu keluarga bunuh diri

Rekaman CCTV detik-detik satu keluarga nekat lompat dari lantai 22 apartemen Penjaringan (twitter.com/kegblgnunfaedh)

Beritaborneo24.com – Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anaknya melakukan aksi bunuh diri dengan cara lompat dari lantai 21 apartemen di Jakarta Utara pada Sabtu (9/3/2024).

Peristiwa itu spontan membuat masyarakat terkejut. Pasalnya, satu keluarga yang terdiri dari empat anggota tersebut terekam kamera detik-detik sebelum bunuh diri.

Dalam rekaman tersebut, ayah keluarga tersebut mencium kening istri dan kedua anaknya serta mengumpulkan 4 ponsel.

Momen detik-detik satu keluarga bunuh diri itu terekam jelas di CCTV yang didapatkan oleh kepolisian.

Sebelum tewas, terlihat keempat korban datang ke lobi apartemen dan masuk ke dalam lift. Bahkan dalam rekaman terlihat sang suami masih sempat mencium kening istri dan kedua anak-anaknya.

Mereka datang ke Apartemen Teluk Intan sekitar pukul 16.20 WIB menggunakan mobil Grandmax B 2962 BIQ.

Dalam CCTV, keempat korban masuk ke apartemen dan naik menggunakan lift ke lantai 21 atau rooftop.

Kompol Agus Ady Wijaya mengatakan bahwa melihat rekaman CCTV, EA (50) mencium kening istri dan kedua anaknya.

“Terekam CCTV, di dalam lift EA mencium-cium kening dari ketiga orang lainnya. Setelah dicium-cium keningnya, AEL terlihat mengumpulkan handphone-handphone dari semuanya untuk naik ke atas,” kata Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Agus Ady Wijaya di lokasi, Sabtu, 9 Maret 2024.

“Pukul 16.05 WIB, keluar dari lift di tangga 21 berdasarkan CCTV, naik ke tangga darurat untuk ke roof top apartemen, kemudian 16.13 WIB, para korban terjatuh bersamaan di depan lobby apartemen,” ucap Kapolsek.

Lalu, yang menarik keempat korban ditemukan dengan tangan saling terikat.

Menurut Agus Ady, sang ayah mengikatkan tangannya dengan sang anak perempuan, sementara sang ibu ke anak laki-laki.

“Pada saat terjatuh itu masih dalam kondisi EA dan JL terikat tangannya dengan tali yang sama, AEL terikat tali yang sama dengan JWA, ikatan tali tersebut mengikat,” kata Agus Ady.

Selain itu, warga sekitar pun turut mendengar ada suara sesuatu yang terjatuh dari atas dengan sangat kencang.

Lalu, telah ditemukan 4 jasad di lokasi yang berdekatan sudah dalam keadaan tewas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top