Close

Seluruh Personel Polri Korban Tragedi Katingan Telah Ditemukan

Korban Terakhir Tragedi Katingan Ditemukan, Jenazah Aiptu Sumariyanto di DAS Katingan, Minggu (5/7/2026). Foto: Is

PALANGKA RAYA, BeritaBorneo24.com – Jenazah Aiptu Sumariyanto, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan tugas, tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya, Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 13.50 WIB.

Aiptu Sumariyanto merupakan personel terakhir yang ditemukan dalam operasi pencarian pascainsiden berdarah saat penggerebekan terduga bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7/2026) dini hari.

Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga yang telah menunggu di RS Bhayangkara. Suasana haru menyelimuti proses kedatangan jenazah, sementara keluarga tampak saling menguatkan di tengah duka yang mendalam.

Selain keluarga, sejumlah rekan kerja dan teman satu angkatan Aiptu Sumariyanto saat pendidikan Polri tahun 2000 juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Salah seorang rekan seangkatannya, AKP Miftah Khoiri, mengenang almarhum sebagai sosok yang ramah, mudah bergaul, dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas.

“Selama di mes, beliau bergaul dengan baik. Sama teman-temannya juga akrab. Kami selalu bersama dalam berbagai kegiatan dan sudah terbiasa saling membantu,” ujar Miftah.

Menurutnya, kenangan yang paling membekas adalah sosok Aiptu Sumariyanto yang dikenal rajin dan bertanggung jawab dalam setiap tugas yang diemban.

“Beliau adalah teman yang sangat baik. Kami semua merasa kehilangan,” ucapnya.

Seperti diketahui, insiden tersebut bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penangkapan terhadap dua terduga bandar sabu berinisial BIO dan BU di Desa Tumbang Kalemei. Operasi kemudian berubah menjadi bentrokan setelah aparat diduga mendapat perlawanan dari keluarga target operasi dan sejumlah warga.

Dalam peristiwa itu, Aipda Yudhie Perdana Putra gugur di lokasi kejadian. Sementara seorang warga bernama Teriyo (40), yang merupakan keluarga target operasi, juga meninggal dunia.

Dua anggota Satresnarkoba lainnya, Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto, sempat dilaporkan hilang setelah berupaya menyelamatkan diri dengan menyeberangi sungai.

Bripda Nopandri lebih dahulu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (4/7/2026) dan telah dimakamkan setelah menjalani pemeriksaan forensik di RS Bhayangkara Palangka Raya.

Sehari kemudian, Aiptu Sumariyanto ditemukan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah.

Dengan ditemukannya Aiptu Sumariyanto, seluruh personel Polri yang sempat dinyatakan hilang dalam tragedi tersebut telah berhasil ditemukan. Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab kematian para korban, termasuk mendalami kemungkinan adanya luka akibat senjata tajam maupun faktor lainnya.

Sementara itu, proses penyidikan terhadap kasus penyerangan saat operasi pemberantasan narkotika masih terus berlangsung. Aparat kepolisian juga terus memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden yang menewaskan tiga anggota Polri tersebut. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top