PURUK CAHU, Beritaborneo24.com – Pemerintah Kabupaten Murung Raya kembali melakukan penataan organisasi melalui mutasi dan pelantikan sejumlah pejabat tinggi pratama. Bupati Murung Raya, Heriyus, menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pelantikan yang berlangsung pada Sabtu (20/9/2025) tersebut menetapkan 14 pejabat untuk mengisi posisi baru. Dalam struktur yang diperbarui, Hermon ditempatkan sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, sementara Rudie Roy memegang jabatan Kepala Satpol PP dan Damkar. Penataan juga dilakukan di sektor strategis lainnya seperti Badan Kesbangpol yang kini dipimpin Batara, serta posisi Asisten Administrasi Umum yang diserahkan kepada Andri Raya.
Sejumlah jabatan kepala dinas juga mengalami penyegaran. Ernawati memimpin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Mizam Chandrpati mengisi posisi Kepala BKAD, dan Sri Karyawati mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan. Pemkab juga menunjuk Suria Siri sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, serta K. Zen Wahyu sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
Di sisi lain, layanan publik dan perencanaan daerah juga mendapatkan struktur baru. Ferry Hardi dilantik sebagai Sekretaris DPRD, Reyzal Samat memimpin Bappelitbangda, sementara Lili Evrina menjadi Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik. Lentine Miraya ditetapkan sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, dan Dr. Yulianus menjabat Kepala Dinas Informatika, Statistik, dan Persandian.
Kepala BKPSDM Murung Raya, Patusiadi, menyampaikan bahwa sembilan jabatan yang sebelumnya kosong sudah diisi melalui penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) mulai 22 September 2025. Beberapa di antaranya yakni Sarwo Mintarjo sebagai Plt Sekretaris Daerah, Roy Cahyadi sebagai Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, serta Lynda Kristiane sebagai Plt Kepala DP3AP2KB.
Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan kegiatan serah terima jabatan (sertijab) yang dilaksanakan pada Selasa (23/9/2025) di Aula Cahai Ondui Tingang. Dalam arahannya, Bupati Heriyus menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kerja, meski terjadi pergantian pejabat.
“Mutasi adalah bagian dari dinamika organisasi. Tidak ada kepentingan politik dalam kebijakan ini. Semua dilakukan demi memperkuat kinerja perangkat daerah,” tegasnya.
Heriyus meminta agar pejabat yang digantikan ikut memastikan seluruh tanggung jawab yang belum tuntas disampaikan kepada pejabat baru, termasuk usulan pokir yang masih dalam proses. Ia juga mengingatkan pejabat baru agar segera menyiapkan rencana kerja untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Silakan segera beradaptasi dan fokus melanjutkan program yang telah direncanakan,” tutupnya.(Y)
