PALANGKA RAYA, Beritaborneo24.com – Pemerintah Kabupaten Murung Raya secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2024 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Tengah, di Kantor BPK Kalteng, Palangka Raya, Rabu (2/7/2025).
Penyerahan dokumen tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Murung Raya, Heriyus didampingi Wakil Bupati Rahmanto Muhidin, Inspektur Rudie Roy, dan Kepala BPKAD Lentine Miraya. LKPD diterima langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Kalteng, Dodik Achmad Akbar.
“Penyusunan dan penyerahan LKPD merupakan bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, yang wajib diaudit oleh BPK sebelum disampaikan ke DPRD,” ujar Heriyus dalam sambutannya.
Heriyus mengakui bahwa penyerahan LKPD kali ini melewati batas waktu ideal sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, yang menetapkan batas akhir penyampaian paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir. Meski begitu, ia tetap bersyukur karena Murung Raya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan laporan tersebut.
“Kami menyadari keterlambatan ini, namun kami tetap berkomitmen untuk menyampaikan laporan yang substansial dan akurat. Harapan kami, Murung Raya bisa kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” lanjutnya.
Sebagai kepala daerah yang baru menjabat, Heriyus juga berharap BPK dapat memberikan pendampingan dan masukan dalam penyempurnaan pelaporan keuangan di Murung Raya. “Kami sadar masih banyak kekurangan, tapi ini menjadi bagian dari proses belajar kami dalam meningkatkan tata kelola keuangan daerah,” imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPK RI Perwakilan Kalteng, Dodik Achmad Akbar, mengapresiasi langkah Pemkab Murung Raya yang tetap menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.
“Penyerahan LKPD ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan yang bertanggung jawab. Kami mengingatkan agar setiap daerah, termasuk Murung Raya, selalu cermat dan berhati-hati dalam menyusun laporan keuangan,” katanya.(red)
